Teknik Pengkajian & metode Pengumpulan Data Kesehatan Pasien

Teknik Pengkajian & metode Pengumpulan Data Kesehatan Pasien

Teknik pengkajian yang benar membuat klien terbuka dalam memberikan informasi. Metode pengumpulan data yang tepat menjadikan data kesehatan klien yang dikaji menjadi akurat dan faktual. Teknik pengkajian dan metode pengumpulan data kesehatan pasien yang benar menjadikan asuhan keperawatan efektif dan efisien. Kita ingin agar pasien kita cepat sembuh, kita bangga jika pasien kita merasa senang, tapi bagaimana mereka bisa dapat sembuh dan merasa senang? salah satu jawabnya adalah dengan menguasai Teknik Pengkajian & metode Pengumpulan Data Kesehatan Pasien yang benar.

Komponen utama metode pengumpulan data adalah:

teknik pengumpulan data, teknik wawancara, metode pengumpulan data, teknik pengkajian metode pengumpuan data kesehatan pasien


Teknik Pengkajian & metode Pengumpulan Data dengan observasiTop

Teknik pengkajian dan metode pengumpulan data yang paling sering digunakan, mudah, cepat dan pertama adalah teknik observasi. Teknik pengumpulan data dengan observasi adalah teknik pengumpulan data dan informasi menggunakan indra penglihatan dan terintegrasi dengan indra lainnya. Saat melakukan observasi, indra penglihatan bekerjasama dengan indra penciuman, pendengaran dan peraba dalam mengumpulkan data kesehatan pasien.

Agar data kesehatan pasien menjadi tepat dan akurat, perlu mengembangkan ketelitian akan hal-hal kecil yang ada pada pasien. Teknik pengkajian dan metode pengumpulan data dengan observasi memiliki dua aspek keahlian yang bekerja secara sistematis dan terstruktur, yaitu:
– Memperhatikan data
– Menyeleksi, mengatur, dan menginterpretasikan data

Kedua aspek observasi diatas bekerja secara sistematis dan terstruktur ketika perawat memperhatikan data dimana wajah klien yang memerah, kemudian perawat menyeleksi informasi wajah memerah tersebut dengan tanda penyakit tertentu lalu menginterpretasikan wajah memerah tersebut sebagai demam. Oleh sebab itu, perawat perlu menggali data yang lain yang berhubungan dengan penglihatan agar dapat membuat interpretasi data yang akurat.

Saat perawat menerapkan metode pengumpulan data dan informasi dengan observasi, perawat perlu mengumpulkan data sebanyak-bayaknya dan mengatur semua data tersebut menjadi kelompok-kelompok sebelum diinterpretasikan.


Teknik Pengkajian & metode Pengumpulan Data dengan wawancaraTop

Teknik pengkajian dan metode pengumpulan data dengan wawancara adalah suatu teknik komunikasi yang telah direncanakan dengan tujuan tertentu. Adapun tujuan teknik wawancara adalah untuk menyampaikan atau memberikan informasi, mengindentifikasi masalah, mengevaluasi data, mengajarkan sesuatu, membrikan dukungan emosional, dan memberikan konseling atau terapi.

Ada dua teknik wawancara, yaitu wawancara direktif dan wawancara non direktif.
Wawancara direktif: wawancara direktif adalah suatu teknik komunikasi yang terstruktur dan menghasilkan informasi khusus, dimana perawat menentukan tujuan dan mengendalikan komunikasi. Misalkan perawat ingin mengkaji status kesadaran pasien.
Wawancara non direktif: adalah teknik komunikasi membina hubungan dimana perawat memberikan klien menentukan tujuan, pokok pembahasan, dan jalannya komunikasi. Misalkan ketika perawat melihat pasien gelisah, maka perawat teknik wawancara non direktif.

Jika perawat memiliki kepekaan atas masalah yang sedang dirasakan pasien maka perawat akan menggunakan teknik wawancara direktif dan non direktif dengan tepat atau bila mungkin perawat dapat mengunakan kedua teknik wawancara tersebut secara simultan atau secara bergantian. Semua metode pengumpulan data memiliki kelebihan dan kekurangan. Perawat harus fokus terhadap kebutuhan informasi yang sangat dibutuhkan dan penguasaan terhadap metode pengumpulan data tersebut.

Pada saat perawat melakukan teknik pengkajian dan metode pengumpulan data dengan wawancara, Jenis pertanyaan perawat dapat berupa pertanyaan terbuka, pertanyaan tertutup, pertanyaan netral, pertanyaan terarah.
Metode pengumpulan data dengan pertanyaan tertutup
adalah teknik komunikasi wawancara direktif dimana jawaban pertanyaan berupa ya atau tidak dan berupa jawaban singkat.
Jenis pertanyaan tertutup sangat tepat digunakan pada orang yang sedang mengalami stress berat dan kesulitan dalam berkomunikasi.
Jenis pertanyaan tertutup dimulai dengan dengan kata “apa, siapa, dimana, kapan, berapa”?
Keuntungan Metode Pengumpulan Data dengan pertanyaan tertutup, adalah:
– pertanyaan dan jawaban mudah dikendalikan
– klien memerlukan energi yang sedikit untuk menjawab
– tidak mengancam
– waktu bertanya dan menjawab singkat
– respon mudah didokumentasikan
– dapat digunakan oleh pewancara yang belum terlatih
Kerugian Metode Pengumpulan Data dengan pertanyaan tertutup adalah:
– informasi yang diterima sedikit
– tidak dapat mengkaji perasaan pasien seutuhnya
– menghambat komunikasi berikutnya
– perawat kurang care atau perhatian
– perawat mendominasi komunikasi
– Pasien tidak terbuka dalam memberikan informasi

Metode Pengumpulan Data dengan pertanyaan terbuka
pertanyaan terbuka adalah teknik komunikasi non direktif yang bertujuan menggali, menjelaskan, mengklarifikasi perasaan seseorang. Pertanyaan terbuka dimulai dengan kata “apa atau bagaimana”.Misalkan ” Apa yang membuat anda datang ke rumah sakit? Bagaimana rasa nyeri dada yang anda rasakan sebelum ke rumah sakit?”
Kentungan Metode Pengumpulan Data dengan pertanyaan terbuka, adalah:
– memberikan kesempatan untuk pasien mengungkapkan perasaannya
– perawat dapat mendengar dan mengamati emosi pasien
– mudah dijawab dan tidak mengancam
– informasi yang diterima adalah informasi yang ingin diungkapkan pasien
– menigkatkan hubungan baik antara perawat dan pasien
– informasi yang diterima lebih banyak dan luas
Kerugian Metode Pengumpulan Data dengan pertanyaan terbuka adalah:
– Waktu yang dibutuhkan banyak
– informasi yang bermanfaat kadang sulit didapat
– memerlukan kepekaan dan pemahaman lebih untuk mengerti jawaban pasien atau keluarga
– sulit untuk mendokumentasikan jawaban pasien
– memerlukan keahlian khusus dalam mengendalikan jawaban ps

Metode Pengumpulan Data dengan pertanyaan netral
Jenis pertanyaan netral adalah jenis teknik wawancara non direktif yang dapat dijawab tanpa paksaan atau arahan dan bersifat terbuka. Contohnya: Bagaimana pendapat anda mengenai cuaca hari ini?

Metode Pengumpulan Data dengan pertanyaan terarah
Pertanyaan terarah adalah jenis wawancara direktif dan menggunakan pertanyaan tertutup. Jenis pertanyaan terarah dapat menjadi tidak efektif ketika klien berusaha menutupi perasaanya dan ingin menyenangkan perawat saja. Contoh:” Anda lapar kan?

Tahapan Metode Pengumpulan Data dengan Wawancara
Dalam melakukan teknik pengumpulan data dengan wawancara, perawat harus melakukan tahapan secara secara sistematis, dimana tahapan wawancara harus mencakup tiga tahapan utama yaitu: Pembukaan atau pendahuluan, isi atau pengembangan, dan penutup

Pembukaan: pembukaan bertujuan membina hubungan dan mengorientasikan maksud tertentu dan dimulai dengan perkenalan oleh perawat.

Isi: Penyampaian hal yang perawat atau pasien pikirkan, rasakan, ketahui.

Penutup: mengakhiri wawancara, membuat tindaka lanjut wawancara

Untuk Mengetahui mengenai tahapan wawancara lebih baik silahkan baca artikel saya yang lain yang berjudul “Teknik menguasai Komunikasi Terapeutik bagi Perawat”


Teknik Pengkajian & metode Pengumpulan Data dengan Pemeriksaan fisikTop

Kita telah sampai pada akhir dari pembahasan teknik dan metode pengumpulan data riwayat kesehatan pasien. Saatnya kita belajar sedikit mengenai pengumpulan data dengan pemeriksaan fisik. Teknik pemeriksaan fisik adalah teknik pengumpulan data yang paling akurat dari semua metode pengumpulan data riwayat kesehatan pasien oleh sebab data yang diperoleh sangat akurat.
Teknik pengkajian dan metode pengumpulan data dengan pemeriksaan fisik adalah suatu metoda pengumpulan informasi yang sistematis dengan menggunakan indra penglihatan, penciuman, pendengaran dan peraba untuk mendeteksi masalah kesehatan pasien.

Dalam melakukan pemeriksaan fisik, perawat menggunakan teknik inspeksi,perkusi, palpasi dan auskultasi atau disingkat IPPA. Pada saat melakukan pengkajian fisik, perawat dapat melakukan pendekatan organ tubuh yaitu mulai dari kepala hingga ke kaki atau menggunakan sistem tubuh.
Jika perawat tidak ingin menggunakan teknik pmeriksaan tubuh mengenai pendekatan head-to-toe, atau sistem tubuh, perawat dapat melakukan pemeriksaan fisik yanag berfokus pada masalah kesehatan pasien.

Mengenai teknik Pemeriksaan fisik, akan dibahas pada artikel yang lain. Terima Kasih.

artikel diatas adalah sekilas tentang Teknik Pengkajian & metode Pengumpulan Data Kesehatan Pasien semoga bermanfaat, silahkan memberikan komentar untuk perbaikan berikutnya.

Other articles you might like;

Pencarian terkait:

  • cara mengkaji pasien
  • mengkaji pasien

One thought on “Teknik Pengkajian & metode Pengumpulan Data Kesehatan Pasien”

  1. Sangat bermaanfaat bang. Izin membaca dan mengamalkan. Terimakasih atas postinganya.

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *