Mengungkap Bahaya Ragam dan Jenis Makanan Rekaya Genetik

Mengungkap Bahaya Makanan Rekaya Genetik

Mengungkap Bahaya Makanan Rekaya Genetik di Indonesia bukan perkara gampang. Makanan Rekaya Genetik mungkin banyak beredar di sekitar kita tanpa mengetahuinya. Seperti halnya pengalaman saya ini,

Baru-baru ini saya mendapat pesan berantai atau broadcast yang berisikan bahwa beberapa makanan yang sering saya konsumsi sehari-hari seperti jagung manis dan ubi ungu disebutkan sebagai makanan beracun.

Saya sempat kaget membaca berita tersebut, namun lebih kaget lagi ketika mengetahui fakta yang sebenarnya.

Isi dari tulisan broadcast tersebut berbunyi demikian:

Amerika Serikat akhirnya secara resmi mengumumkan bahwa: Pangan Rekayasa Genetika (GMF: Genetically Modified Foods) adalah sejenis makanan yang sangat beracun.

Sebagian besar penyakit tumor ada kaitannya dengan GMF. Segera sebarkan info ini kepada teman dan saudara Anda! Mintalah mereka berhati-hati!

Saat pergi belanja di Mall harus lihat dengan teliti: kalau barcode yang dimulai dengan angka “8” itu artinya makanan yang telah dimodifikasi secara genetika!

Tidak peduli makanan apa saja, asalkan pengolahannya secara genetika, jangan beli apalagi dimakan!

Sebagus apapun alasan para ahli dalam mempromosikan makanan genetika dan mengkleim bahwa makanan tersebut tidak membahayakan, tapi kita harus tahu bahwa:
Orang Amerika tidak makan;
Uni Eropa melarang;
Dilarang keras oleh Sistem Pangan Khusus China;
Dilarang keras oleh Expo Dunia;
Dilarang keras oleh Asian Games;
Orang Afrika rela mati kelaparan daripada konsumsi GMF;
Dilarang keras oleh Universiade;
Rusia membuktikan bahwa GMF dapat membuat hewan punah dalam tiga generasi.

Hindari konsumsi makanan-makanan (beracun) seperti dibawah ini:
Tomat sapi genetika berwarna merah mengandung racun kalajengking;
Jagung manis adalah sungguhan rekayasa genetika;
Ubi jalar warna ungu adalah hasil modifikasi genetika.

Jagung manis adalah makanan yang dimodifikasi secara genetika oleh Amerika, selama ini jagung manis yang kita konsumsi sebenarnya …. adalah makanan genetika (GMF) yang digunakan oleh orang barat sana sebagai makanan binatang. Namun, selama bertahun-tahun masih banyak orang sama sekali tidak tahu, masih saja suka membeli jagung manis untuk dimakan. Himbauan untuk semua orang, baik kaum muda, yang belum menikah, atau yang belum punya anak, jangan makan lagi! Setelah pesan yang begitu mengerikan ini diumumkan, harap semua orang dapat berpikir demi kebaikan sendiri dan keluarga, harus dicamkan baik-baik: jangan pernah konsumsi makanan genetika (GMF) lagi.

Harus diingat bahwa…semua jenis makanan dan buahan yang bukan musiman secara alami, tidak boleh makan.

Sesibuk apapun Anda, tolong sempatkan diri untuk dibagikan ke yang lain.

Begitu mudahnya orang membagikan berita hoax mengenai Bahaya Makanan Rekaya Genetik tanpa mencari tahu kebenarannya.

Menurut berita salah salah satu situs berita online, saya menemukan bahwa Staf Pengajar Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian IPB, Adil Basuki Ahza mempertanyakan siapa penulisnya dan berasal dari sumber terpercaya atau tidak.

Mari kita bahas lebih lanjut mengenai berita Makanan Rekaya Genetik tersebut.Makanan Rekaya Genetik, produk gmo yang beredar di indonesia, label gmo pada makanan, makanan mengandung gmo, keuntungan gmo, contoh makanan rekayasa genetika, bahaya makanan rekayasa genetika, gmo

Apa itu Makanan Rekaya Genetik atau pangan rekayasa genetika?

Makanan Rekaya Genetik dalam Bahasa Inggris sering disebut juga dengan istilah Genetically Modified Organism, kemudian disingkat dengan “GMO”

Makanan Rekaya Genetik adalah segala jenis makanan baik hewan tau tumbuhan yang telah mengalami perubahan atau modifikasi gen yang tidak alami (direkayasa oleh manusia) dengan cara melakukan persilangan atau pemindahan gen dari jenis hayati lain. Cara ini juga dikenal dengan istilah transgenik.

Makanan Rekaya Genetik adalah organisme yang material genetikanya telah dimodifikasi menggunakan metode rekayasa genetika. Organisme yang telah diubah material genetikanya akan memiliki sifat yang berbeda dengan organisme biasa.

Diawali pada akhir tahun 1960an dengan munculnya Revolusi Hijau yang ditandai penggunaan teknologi dalam menunjang pemenuhan kebutuhan manusia. Namun lambat laun menuai banyak kecaman karena menyebabkan kerusakan pada lingkungan.

Pada tahun 1980an kembali diluncurkan Revolusi hijau kedua guna mengevaluasi Revolusi Hijau yang gagal di awal kemunculannya. Revolusi Hijau kali ini juga sama yaitu penggunaan teknologi untuk menyelamatkan manusia dari kelaparan dan kemiskinan dengan Makanan Rekaya Genetik atau GMO atau yang popular disebut tanaman transgenik atau rekayasa genetika.

Contoh Makanan Rekaya Genetik yang sudah beredar?

Organisme yang telah diubah material genetikanya diantaranya bakteri, ragi, serangga, tumbuhan, ikan, dan mamalia. Beberapa jenis tanaman pertanian juga telah menjadi GMO dan dibudidayakan secara luas

Berbagai jenis Makanan Rekaya Genetik yang telah tersedia di Indonesia sejak akhir tahun 1990an antara lain kedelai, jagung, dan tebu.

Makanan Rekaya Genetik yang beredar Di Indonesia diimpor dari negara-negara yang telah menanam dan memproduksi sendiri pangan rekayasa genetika, seperti Amerika. Di Indonesia bibit-bibit Makanan Rekaya Genetik seperti jagung, tomat, kentang, dan pepaya mudah di dapat.

Apa saja keunggulan dari Makanan Rekaya Genetik?

Pertumbuhan penduduk yang cepat dan kondisi cuaca yang tidak menentu membuat sumber makanan menjadi langka dan hasilnya menjadi sedikit. Sementra Setiap tahunnya, permintaan untuk bahan-bahan pangan pokok seperti jagung dan padi terus meningkat sedangkan stok terus menurun karena kekeringan atau banjir. Maka, manusia merancang Makanan Rekaya Genetik agar ketersediaan bahan pangan yang unggul tetap tersedia dan udah didapat.

Makanan Rekaya Genetik memiliki keunggulan sebagai berikut.

  1. Makanan Rekaya Genetik lebih resistan terhadap hama, virus, dan penyakit
  2. Makanan Rekaya Genetik Tidak memerlukan banyak pestisida
  3. Makanan Rekaya Genetik lebih tahan kekeringan
  4. Makanan Rekaya Genetik memiliki rasa yang lebih kuat dan enak
  5. Makanan Rekaya Genetik memiliki zat gizi yang lebih kaya
  6. Pertumbuhan tanaman transgenik lebih cepat
  7. Daya simpan Makanan Rekaya Genetik lebih lama
  8. Makanan Rekaya Genetik hasilnya lebih sesuai dengan kebutuhan
Apakah Makanan Rekaya Genetik aman dikonsumsi?

Keraguan terhadap suatu teknologi baru selalu ada, tidak terlepas Makanan Rekaya Genetik pun demikian. Walaupun makanan yang dihasilkan dari Rekaya Genetik memiliki banyak keunggulan, masih banyak orang yang meragukan Makanan Rekaya Genetik. Keraguan kepada Makanan Rekaya Genetik berpusat pada keamanan dan efek sampingnya bagi manusia. Adapun keraguan tersebut berupa:

  1. Apakah Makanan Rekaya Genetik memiliki kandungan yang beracun atau menyebabkan alergi?
  2. Apakah Makanan Rekaya Genetik dapat menyebabkan Perubahan gen yang berbahaya, tak terduga, atau tak diinginkan?
  3. Apakah Makanan Rekaya Genetik memiliki zat gizi atau kandungan-kandungan lain karena proses persilangan gen
  4. Makanan Rekaya Genetik menyebabkan resistansi terhadap antimikroba alami?

Makanan Rekaya Genetik dan bibit-bibit tanaman transgenik yang beredar di dunia saat ini telah diatur dan lulus uji keamanan pangan.

Di Indonesia sendiri yang bertangung jawab untuk menguji dan mengawasi Makanan Rekaya Genetik adalah Balai Kliring Keamanan Hayati dan Badan Pengawas Obat dan Makanan, sesuai dengan mandat undang-undang, peraturan pemerintah, dan surat keputusan bersama lintas kementerian.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 2 Juni 2014 mengeluarkan “Peraturan Presiden No. 532/2014” tentang Komisi Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetika. Perpres ini merupakan revisi dari Peraturan Presiden No. 39/2010 tersebut berisikan mengenai aturan main dan 19 pos dalam struktur organisasi Komisi Keamanan Hayati Produk Rekayasa Genetik (KKH PRG) yang akan diisi oleh elemen pemerintah, akademisi dan komunitas masyarakat.

Uji keamanan yang dilakukan untuk Makanan Rekaya Genetik meliputi:
– uji toksisitas
– alergenitas
– perubahan nilai gizi terkait perubahan genetika
– kesepadanan substansial dalam pangan transgenik tersebut.

Jika ditemukan zat-zat atau kandungan yang berpotensi membahayakan kesehatan, Makanan Rekaya Genetik tidak akan diberi izin untuk dijual dan didistribusikan. Ini berarti Makanan Rekaya Genetik yang sudah tersedia di Indonesia saat ini aman untuk dikonsumsi.

Bagaimana cara membedakan pangan rekayasa genetika dengan pangan biasa?

Peraturan Pemerintah no. 69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan mewajibkan produsen untuk mencantumkan keterangan bagi produk-produk Makanan Rekaya Genetik. Adapun cara membedakan Makanan Rekaya Genetik adalah sebagai berikut:

1. Perhatikan label yang menempel pada produk pangan tersebut.
2. Perhatikan nomor barcode atau lebel makanan.

    • Apabila produk ditempel barcode dimana lima digit hurufnya diawali dengan angka 9 maka produk tersebut adalah produk makanan organik, sedangkan
    • Apabila produk tersebut ditempeli stiker atau label dengan nomor seri 5 digit yang dimulai dengan angka 8, maka produk tersebut adalah pangan rekayasa genetika. Lihat gambar, atau
    • Apabila produk ditempel barcode dimana jumlah angkanya empat digit, maka produk tersebut adalah produk makanan yang mengandung pestisida.

3. Untuk produk-produk olahan, perhatikan komposisi yang biasanya dicantumkan di bagian belakang kemasan.

 

Anda telah mengetahui cara mengetahui makanan yang aman, serta memahami jenis Makanan Rekaya Genetik, maka diharapkan anda tidak perlu resah apabila menerima broadcast menegnai bahaya Makanan Rekaya Genetik tersebut.

Other articles you might like;

0 thoughts on “Mengungkap Bahaya Ragam dan Jenis Makanan Rekaya Genetik”

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *