Domain, Kelas Diagnosa Kaperawatan Hambatan Mobilitas Fisik

Defenisi Diagnosa Kaperawatan Hambatan Mobilitas Fisik NANDA 2015-2017

Diagnosa Kaperawatan Hambatan Mobilitas Fisik adalah suatu kondisi keterbatasan kemandirian individu untuk mengontrol gerakan salah satu anggota tubuhnya secara permanen atau sementara, yang disebabkan oleh kondisi strok, trauma, fraktur, dan lain sebagainya.

Mobilitas juga berhubungan erat dengan Usia lanjut. Para lanjut usia kehilangan masa ototnya, sehingga kekuatan dan fungsi ototnya menjadi berkurang, sendi otot menjadi kaku dan sulit digerakkan, keseimbangan tubuh saat berjalan menurun, sehingga tampak tergopoh-gopoh.

Para lansia yang tidak dibiasakan untuk bergerak, atau dimana semua kebutuhan hariannya dibantu akan semakin tergantung pada orang lain. Tujuan perawatan lansia dengan keterbatasan mobilitas adalah untuk meningkatkan kemandirian dan mencegah kecacatan permanen anggota gerak tubuh, serta menyiapkan lingkungan yang aman.

Domain dari Diagnosa Kaperawatan Hambatan Mobilitas Fisik adalah domain aktivitas dan istirahat. Sedangkan kelas dari Diagnosa Kaperawatan Hambatan Mobilitas Fisik adalah Kelas Aktivtas / Olahraga. Berikut ini adalah daftar diagnosa keperawatan kelas Aktivitas dan Olahraga.
– Resiko sindroma disfungsi anggota tubuh
– Hambatan mobilitas di tempat tidur
– Hambatan mobilitas fisik
– Hambatan duduk
– Hambatan berdiri
– Hambatan kemampuan berpindah
– Hambatan berjalan

NANDA NIC dan NOC Diagnosa Kaperawatan Hambatan Mobilitas Fisik

NOC Diagnosa Kaperawatan Hambatan Mobilitas Fisik
• Ambulasi: Berjalan
• Pergerakan Sendi: Actif
• Level mobilitas

NIC Diagnosa Kaperawatan Hambatan Mobilitas Fisik
• Terapi Aktivitas: Ambulasi
• Mobilitas sendi
• Pencegahan Jatuh
• Mobilisasi
• Istirahat

Tanda dan Gejala Diagnosa Kaperawatan Hambatan Mobilitas FisikHambatan Mobilitas Fisik, nic noc hambatan mobilitas fisik, askep mobilisasi dan imobilisasi, intervensi gangguan mobilitas fisik pada pasien stroke, Domain, Kelas Diagnosa Kaperawatan Hambatan Mobilitas Fisik
– Tidak mampu mengontrol anggota gerak di lingkungan fisik untuk berpindah, miring, dan bergeser
– Kurang semangat untuk bergerak
– Keterbatasan ruang gerak aktif
– Penurunan kemampuan, kekuatan, masa ototnya
– Tidak mampu bergerak baik mengguankan alat mekanik, mengikuti rencana keperawatan, dan mobilisasi fisik.
– Tidak mempu untuk mengikuti perintah

Penyebab Diagnosa Kaperawatan Hambatan Mobilitas Fisik
Diagnosa Kaperawatan Hambatan Mobilitas Fisik disebabkan oleh:

• Ketidakmampuan atau adanya hambatan untuk beraktivitas
• Gangguan atau kerusakan persepsi atau kognitif
• Kerusakan muskuloskeletal / otot dan rangka
• Kerusakan neuromaskular / otot dan saraf
• Pembatasan Aktivitas oleh sebab pengobatan
• Istirahat yang terlalu lama
• Kurangnya atau tidak ada tenaga
• Nyeri
• Depresi atau kecemasan yang berlebihan

Kriteria hasil Diagnosa Kaperawatan Hambatan Mobilitas Fisik
– Pasien dapat melakukan aktivitas secara mandiri atau dengan sedikit bantuan
– Komplikasi imobilitas tidak terjadi
– Pola Eliminasi normal
– Integritas kulit baik
– Tromboplebitis tidak terjadi

Intervensi Kaperawatan Diagnosa Kaperawatan Hambatan Mobilitas Fisik

1. Kaji penyebab keterbatasan mobilitas. Memudahkan merancang aktivitas yang tepat sesuai program
2. Kaji kemampuan klien untuk melakukan ADL secara mandiri dan aman. Tidak membuat adanya cedera lebih lanjut membantu kesehatan ps
Berikut ini adalah alat ukur kemampuan melakukan ADL:
– Nilai 0. ADL Mandiri
– Nilai 1. Memerlukan alat bantu untuk melakukan ADL
– Nilai 2. Memerlukan bantuan atau pengawasan dalam melakukan ADL
– Nilai 3. Memerlkan bantuan dan alat dalam melakukan ADL
– Nilai 4. Memerlukan bantuan total
3. Kaji adanya tanda dan gejala tromboplebitis, seperti: nyeri betis, kemerahan, demam, tanda Homan. Tidak melakukan aktivitas dapat menyebabkan pembekuan darah
4. Kaji integritas kulit pada telinga, pundak, siku, mata kaki, sakrum, tumit.
5. Kaji status nutrisi klien. Kurang nutrisi dapat menyebabkan kerusakan integritas kulit.
6. Monitor pola Eliminasi. Pola mobilitas menurunkan peristaltik
7. Kaji kebutuhan pasien akan homecare.
8. Kaji status emosional pasien.
9. Kaji perlunya alat bantu dalam melakukan aktivitas. Alat bantu yang tepat mempercepat kemandirian
10. Monitor keamanan lingkungan pasien. Mencegah cedera akibat latihan aktivitas
11. Motivasi klien melakukan aktivitas: miring, duduk. semakin lama pasien tidak melakukan aktivitas semakin besar ketergantungan pasien.
12. Berikan motivasi positif saat latihan. Klien merasa takut jatuh sehingga dia takut untuk memulai program latihan.
13. Selalu Pasang pagar tempat tidur dan atur tinggi tempat tidur dalam posisi rendah.
14. Biarkan klien melakukan aktivitas sesuai dengan kemampuan dan keinginannya. Agar pasien tidak merasa tertekan.
15. Berikan posisi miring kiri dan kanan setiap 2 jam. Memberikan perfusi jaringan yang adekuat.
16. Atur posisi limbik dalam keadaan fisiologis. Mencegah footdrop.
17. Berikan latihan ROM aktif atau pasif pada seluruh ektrimitas. Membantu peredaran darah lancar, mengembalikan kekuatan otot.
18. Jaga kebersihan dan kelembapan kulit.
19. Berikan alas / alas tempat tidur pada bagian tubuh yang mengalami tekanan. Mencegah kerusakan integritas jaringan
20. Ajarkan dan Anjurkan klien batuk efektif dan tarik nafas dalam, lakukan penyedotan lendir sesuai kebutuhan. Mencegah penumpukan dahak
21. Berikan pasien posisi tengkurap atau setengah tengkurap sekali sehari, kecuali kontraindikasi. Membersihkan saluran bronkus.
22. Berikan intake cairan 2000-3000 cc per 24 jam, kecuali ada gangguan jantung atau ginjal. Mencegah pengerasan stool.
23. Berikan makan tinggi protein sesuai dengan kebutuhan. Menjaga kebutuhan energi tercukupi.

Pendidikan Kesehatan Diagnosa Kaperawatan Hambatan Mobilitas Fisik

– Jelaskan kepada pasien manfaat melakukan aktivitas secara bertahap. Kolaborasi membuat tujuan yang rasional
– Jelaskan akibat dari mobilitas. Mendukung pentingnya melakukan ROM, batuk, dan miring kiri atau kanan.
– Ajarkan kepada keluarga mengatur lingkungan yang aman bagi pasien. Syarat kesiapan melakukan program aktivitas secara bertahap
– Minta klien untuk mengungkapkan perasaannya mengenai program aktivitas Hambatan Mobilitas Fisik

Other articles you might like;

Pencarian terkait:

  • hambatan mobilitas fisik
  • intervensi hambatan mobilitas fisik
  • intervensi dan rasional hambatan mobilitas fisik
  • askep hambatan mobilitas fisik
  • diagnosa hambatan mobilitas fisik
  • intervensi mobilitas fisik

0 thoughts on “Domain, Kelas Diagnosa Kaperawatan Hambatan Mobilitas Fisik”

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *