Diagnosa Keperawatan Hipertermia NANDA NIC NOC 2015-2017

Diagnosa Keperawatan Hipertermia NANDA NIC NOC 2015-2017

Semua infeksi menyebabkan hipertermia, semua radang mengakibatkan hipertermia. Diagnosa keperawatan yang paling banyak diambil dalam asuhan keperawatan adalah demam. Diagnosa keperawatan “hipertermia”  atau asuhan keperawatan hipertermia kadang juga ditulis “demam”, “hiperthermi”, atau “hiperthermia”. Sudah benarkah diagnosa keperawatan hipertermia yang anda buat? Diagnosa keperawatan hipertermia mungkin sudah diluar kepala bagi anda membuatnya. Mari cek diagnosa keperawatan hipertermia anda dengan diagnosa keperawatan Nanda hipertermia NANDA NIC NOC 2015-2017. Lengkapi asuhan keperawatan hipertermia yang anda buat.

Artikel diagnosa keperawatan hipertermia ini, akan membahas mengenai:


Hipertermia adalah peningkatan suhu basal tubuh melebihi batas normal yang diakibatkan oleh gagalnya pusat termoregulasi di otak.

Dalam diagnosa keperawatan NANDA NIC NOC, Hiperthermia termasuk dalam domain, keselamatan/ perlindungan, dan masuk dalam kelas termoregulasi. Dalam penulisan askep hipertermia  tidak perlu menuliskan NIC atau NOC nya, namun pengetahuan kita akan NIC dan NOC atas suatu diagnosa keperawatan akan membantu kita dalam membuat kriteria hasil dan faktor penyebab suatu diagnosa keperawatan.

askep hiperthermi, asuhan keperawatan hipertermi, Asuhan keperawatan hiperthermia, penyebab hipertermi, makalah hipertermi, etiologi hipertermi, tanda dan gejala hipertermi, hiperthermi, hiperthermia, Diagnosa Keperawatan Hipertermia NANDA NIC NOC

NANDA Nursing outcome Criteria:
– thermoregulasi
– Thermoregulasi: baru lahir
– status neurologis
– tanda-tanda vital

NANDA Nursing Interventions Criteria:
– perawatan demam
– pencegahan hipertermia malignan
– pengaturan suhu


Diagnosa keperawatan hipertermia: sehubungan denganTop

hiperthermia dapat terjadi sehubungan dengan:
– reaksi alergi
– reaksi transfusi
– respon pengobatan
– Cedera fisik atau trauma
– dehidrasi
– anastesia
– suhu lingkungan yang tinggi
– peningkatan metabolisme
– ketidakmampuan berkeringat


Diagnosa keperawatan hipertermia: ditandai denganTop

Data objektif yang menandai adanya hipertermia adalah:
– suhu tubuh lebih dari 37,4 derajat celcius
– badan teraba hangat
– pasien mengeluh demam
– pasien mengeluh sakit kepala dan pusing
– Nadi meningkat
– frekuensi nafas meningkat
– Nafsu makan kurang
– kejang
– kesadaran menurun
– kulit tampak kering
– wajah tampak memerah


Diagnosa keperawatan hipertermia: kriteria hasilTop

Untuk menuliskan kriteria hasil dari hipertermia, anda dapat membuatnya sendiri, kriteria hasil dapat dibuat berdasarkan data objektif yang kita peroleh. Contoh Kriteria hasil atau NOC hipertermia adalah:
– suhu tubuh antara 36,4-37,4 derajat celsius
– Nadi dan tekanan darah dalam batas normal
– Gangguan neurologis tidak terjadi
– reaksi alergi berkurang, dan seterusnya


Diagnosa keperawatan hipertermia: intervensi keperawatanTop

Untuk mengatasi demam banyak intervensi yang perawat dapat lakukan, diantarnaya adalah:
– Mengkaji faktor penyebab demam
– Monitor Tanda-tanda vital: mencegah terjadinya peningkatan tanda-tanda vital yang ekstrem.
– Kaji berat badan dan usia pasien: besar berat badanya, serta usia yang masih sangat muda dan sudah tua dapat menjadi faktor penyebab sulitnya mengatur suhu tubuh
– monitor haluaran urin: penggantian cairan yang hilang akibaat demam perlu untuk mencegah dehidrasi dan shock hipovolemia
– Monitor kadar Natrium: natrium dapat hilang bersama keringat
– Beri baju yang menyerap keringat dan ganti baju bila basah: meningkatkan rasa nyaman
– Beri minum tiap 2 jam sesuai kebutuhan cairan: mengganti cairan yang hilang bersama keringat, menguap dari kulit.
– kolaborasi antipiretik: mengatasi demam dengan segera menjegah kejang
– Kompres air hangat pada ketiak: membantu berkeringat

Perbedaan antara diagnosa keperawatan hipertermia dan gangguan termoregulasi adalah letak dari suhu tubuhnya, Hiperthermia suhu tubuh meningkat dari 37,4 sedangkan suhu tubuh pada gangguan termoregulasi belum bisa ditentukan apakah akan naik atau menjadi hipotermi atau mungkin akan normal.

Other articles you might like;

Pencarian terkait:

  • askep hipertermi
  • diagnosa hipertermi
  • diagnosa keperawatan hipertermi
  • intervensi hipertermi
  • diagnosa keperawatan hipertermi nanda
  • Hipertermi berhubungan dengan
  • asuhan keperawatan hipertermi
  • hipertermi
  • nanda nic noc 2015
  • nic noc hipertermi
  • Askep hipertermia
  • nanda nic noc hipertermi
  • intervensi dan rasional hipertermi
  • rasional hipertermi
  • etiologi hipertermi
  • diagnosa hipertermi berhubungan dengan
  • contoh diagnosa keperawatan hipertermi
  • hipertermi b d
  • kriteria hasil hipertermi
  • askep hipertermi pada anak

2 thoughts on “Diagnosa Keperawatan Hipertermia NANDA NIC NOC 2015-2017”

2 Pingbacks

  1. […] pola nafas 3. Gangguan pertukaran gas 4. Gangguan ventilasi spontan 5. Intoleransi aktivitas 6. hipertermia 7. Hambatan penyapihan ventilator 8. Penurunan curah […]

  2. […] Keperawatan Kelas Pengaturan Suhu tubuh – Resiko ketidakseimbangan suhu tubuh – Hiperthermia – Resiko / Hipothermia – Resiko hipotermia perioperatif – Ketidakefektifan […]

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *