6 Pasti Menghafal Langkah BHD, RJP, dan CPR untuk Perawat

“6 Pasti” Langkah-Langkah BHD, RJP, dan CPR

Akronim “6 Pasti” Langkah BHD, RJP, dan CPR adalah suatu pendekatan mudah dalam melakukan RJP apabila terjadi kondisi kedaruratan nafas dan jantung baik bagi perawat, dokter, bidan, awam, atau pecinta alam sesuai dengan ketentuan AHA 2010. Dibuat “6 Pasti” karena dalam pelaksanaanya, kata “pasti” menjadi kunci penting dan menjadi kata pertama.

Dalam melaksanakan BHD, RJP, dan CPR: sistematika adalah keharusan yang tidak dapat dilalaikan. Komite akreditasi Rumah Sakit telah mengakui “6 Pasti” Langkah BHD, RJP, dan CPR sebagai metode yang ringkas dan sistematik.

Saat seseorang menemukan ada yang pingsan, atau tidak sadarkan diri, maka orang tersebut bingung harus melakukan apa, dengan adanya “6 Pasti” Langkah BHD, RJP, dan CPR ini mereka dapat melakukan pertolongan dengan sistematis karena bahasa yang digunakan sederhana, dan mudah diingat.

“6 Pasti” Langkah BHD, RJP, CPR atau Cara Melakukan BHD, RJP, CPR


Defenisi BHD, RJP, dan CPR

Apa itu BHD, RJP, dan CPR? Apakah ketiga istilah ini sama atau berbeda?
BHD adalah singkatan dari “Bantuan Hidup Dasar”. BHD adalah suatu istilah yang digunakan untuk menggambarkan beberapa rangkaian pertolongan yang dapat dilakukan oleh siapa saja dalam kondisi apa saja untuk menolong seseorang yang nyawanya terancam. BHD dapat dilakukan oleh semua pihak baik masyarakat biasa hingga petugas medis. Contoh BHD adalah cara menolong orang tersedak, cara melakukan CPR / RJP, Cara menghentikan pendarahan, cara transportasi pasien yang terluka. Walaup

RJP adalah singkatan dari “Resusitasi Jantung Paru”. CPR adalah singkatan dari “Cardio Pulmonary Resusitation”. Jadi jelas kedua istilah RJP dan CPR adalah sama, RJP adalah istilah Bahasa Indonesia dari CPR. RJP adalah suatu rangkaian sistematis dalam melakukan bantuan nafas dan jantung pada orang yang henti jantung. Orang henti jantung sudah pasti henti nafas, henti nafas belum tentu henti jantung.

6 Pasti Cara Melakukan BHD, RJP, CPR
AHA melakukan evaluasi terhadap langkah-langkah BHD, RJP, CPR setiap lima tahun. Tahun 2000 AHA mengeluarkan akronim “DR ABCD” untuk melakukan BHD, RJP, CPR. Tahun 2010 AHA mengeluarkan istilah “DR BCA”. 6 Pasti diadaptasi dari kebijakan AHA 2010. 6 Pasti ini ini ditujukan untuk digunakan di Ruang perawatan Rumah Sakit. Namun untuk di luar Lingkungan Rumah sakit harus menambahkan satu lagi istilah pasti, sehingga ada 7 pasti, yaitu pasti aman. Apa itu? akan kita bahas nanti diakhir.

Rumah sakit sudah dianggap lingkungan aman, bahwa ketika seseorang tidak sadar, itu karena henti jantung.


“1” Pastikan Pasien tidak SadarTop

Memastikan pasien tidak sadar sudah barang tentu menjadi hal pertama kita lakukan ketika menemukan seseorang tidak bergerak atau tergeletak. Jangan sampai saat kita berteriak minta tolong, ternyata orang kita kira tidak sadar tersebut bangun.

Pastikan pasien tidak sadar dengan cara membangunkannya. Membangunkannya dengan suara dan gerakan menepuk anggota badanya. Lakukan: ” Pak…/ Ibu…/Adik…bangun” sembari menepuk badannya, lakukan sebanyak tiga kali. waktu membangunkan hanya 10- 15 detik.

Apabila pasien tidak sadar, pastikan dia tidak bernafas.


“2” Pastikan Pasien tidak BernafasTop

Bagaimana cara memastikan pasien tidak bernafas pada BHD, RJP, CPR? Jika dahulu dikenal istilah “Look, listen and Feel” sekarang rangkaian ini tidak lagi digunakan oleh sebab memakan waktu emas untuk menyelamatkan nyawa seseorang. Dimana waktu emas menyelamatkan seseorang adalah 7 menit.

Jadi Bagaimana cara mengetahui pasien tidak bernafas dalam BHD, RJP, CPR? Cara memastikan seseorang tidak bernafas adalah cek Nadi, ya benar cek Nadi. Ingat istilah ini “Henti Jantung berarti Henti Nafas”. Jadi ketika henti jantung sudah pasti tidak bernafas. Lakukan Kompresi? tunggu dulu, anda tidak mau dianggap telah membunuh seseorang kan? Cari bantuan dulu.

Dimana posisi mengecek Nadi orang anak hingga dewasa saat BHD, RJP, dan CPR? Pada orang dewasa kita mengecek nadi, yaitu nadi karotis yang terletak di leher dibawah antara dagu dan rahang. Ada dua nadi karotis pada leher, yaitu nadi karotis kiri atau kanan.

Dimana mengecek nadi pada bayi ketika BHD, RJP, CPR? Pada bayi kita mengecek nadi brakialis, nadi brakialis terletak pada pergelangan tangan sejajar dengan jari telunjuk.


“3”Pastikan BantuanTop

Sekarang kita sudah memastikan pasien tidak sadar dan tidak bernafas, saatnya meminta bantuan.

Bagaimana cara meminta bantuan ketika BHD, RJP, CPR?
Saat berada di ruang perawatan RS anda cukup katakan dengan suara keras “Tolong tolong tolong ada pasien tidak sadar di kamar….tolong bawa emergensi troli dan hubungi dokter segera”. Lakukan BHD, RJP, CPR segera

Cara meminta bantuan Saat berada disekitar lingkungan perawatan rumah sakit atau di luar lingkungan rumah sakit, katakan dengan suara keras “Tolong tolong tolong ada …satu/dua…anak/Remaja/Ibu/Bapak… tidak sadarkan diri, tolong bawa bantuan dan ambulans ke …gedung/ jalan …segera” Lakukan BHD, RJP, CPR sampai bantuan datang.

Ketika anda meminta bantuan dan menghubungi dokter atau rumah sakit menggunakan telepon jangan lupa menyebutkan nomor telepon dan nama anda.


“4” Pastikan Kompresi BerkualitasTop

Saatnya melakukan kompresi setelah pasien tidak sadar, tidak bernafas, dan meminta bantuan.

Saat BHD, RJP, CPR Dimana kita melakukan kompresi atau penekanan pada dada pasien? Untuk pasien pria remaja hingga dewasa lakukan kompresi dengan cara menumpuk kedua tangan anda dan meletakkannya di tengah dada sejajar puting susu. Sedangkan untuk pasien wanita remaja hingga dewasa letakkan kedua tangan anda pada sepertiga bawah tulang tengah dada.

Ketika kita melakukan BHD, RJP, CPR pada bayi dan anak batita tidak sama dengan dewasa. Bayi dan batita lakukan kompresi dengan kedua ibu jari, tetapi pada pasien anak-anak cukup menggunakan satu tangan saja.

Dimana dan bagaimana posisi badan kita saat BHD, RJP, CPR? posisikan lutut kita sejajar pundak pasien dan kedua lutut dibuka selebar bahu kita.

6 Pasti Menghafal Langkah BHD, RJP, dan CPR untuk Perawat 6-pasti-menghafal-langkah-bhd-rjp-dan-cpr-untuk-perawat-rjp-bayi

Kompresi pada anak-anak hingga dewasa, penekanan dilakukan menggunakan berat badan bukan kekuatan lengan. kita akan mudah capai apabila mengandalkan kekuatan tangan

Jika anda melakukan kompresi sediri atau satu penolong, anda tidak perlu melakukan nafas buatan cukup lakukan kompresi yang berkualitas sampai bantuan datang.

BHD, RJP, CPR dua penolong atau lebih bagi non medis, tidak wajib melakukan nafas buatan apabila tidak ada masker mulut, boleh bergantian melakukan Kompresi sampai bantuan datang.
BHD, RJP, CPR dua penolong atau lebih bagi medis dengan peralatan lengkap wajib mengikuti aturan penatalaksanaan henti jantung.

Saat melakukan kompresi jangan lupa memeriksa nadi setiap 5 menit.

Syarat kompresi yang berkualitas?
– Minimal interupsi: 10 detik adalah tolorensi waktu pemeriksaan nadi, bertukar penolong, jangan banyak berbicara kepada orang yang sedang melakukan kompresi.
– Maksimal kedalaman 4-6 cm
– Maksimal kecepatan, paling tidak 100 kali per menit
– Maksimal recoil, recoil adalah pengembangan dada
– Maksimal ventilasi: rasio kompresi dan nafas buatan adalah 30:2, yaitu 30 kompresi 2 kali bantuan nafas.

Apa komplikasi BHD, RJP, CPR?
– Patah tulang rusuk
– Pendarahan paru, jantung, lambung, hati, dan usus
– Meninggal dunia

Kapan menghentikan BHD, RJP, CPR?
– Ketika penolong kelelahan
– Ketika keluarga meminta
– Ketika ada tanda mati batang otak: dilatasi maksimal retina, refleks cahaya tidak ada
– Ketika ada tanda lebah mayat


“5” Pastikan Defebrilasi sesuai IndikasiTop

Defibrilasi adalah terapi listrik jantung, Defibrilasi hanya dilakukan oleh orang terlatih. Berikan defibrilasi atau cardioversi sesuai indikasi.

Nantikan pembahasan terapi listrik pada artikel EKG yang lain.


“6” Pastikan Posisi dan Transportasi AmanTop

Posisi aman diberikan ketika nadi pasien teraba, nafas pasien sudah paten. Posisi nyaman ini disebut sebagai posisi mantap.

6 Pasti Menghafal Langkah BHD, RJP, dan CPR untuk Perawat

Cara memberikan posisi nyaman pada pasien
– Berdiri di sebelah kanan pasien
– Lipat tangan kanan membentuk sudut 90 derajat
– Taruh tangan kiri pasien di pipi kanan dengan telapak tangan bagian luar bersentuhan dengan pipi
– Tarik kaki kiri pasien menggunakan tangan kanan seperti akan membentuk sudut dan tangan kiri memegang pundak pasien
– Gulingkan badan pasien ke arah penolong
– Atur posisi kaki bersebrangan, jangan sampai menumpuk

Ketika kita menemukan pasien tidak sadar di luar lingkungan rumah sakit, atau kita tidak tahu penyebab seseorang henti jantung, maka kata harus memastikan 3 Aman, sebelum melakukan langkah 1 BHD, RJP, CPR yaitu “memastikan pasien tidak sadar”

Apa itu 3 Aman?
Tiga aman adalah singkatan dari aman diri, aman lingkungan, aman pasien.
1. Aman diri atau aman penolong: gunakan alat pelindung diri, seperti masker, sarung tangan, kaca mata
2. Aman lingkungan: pastikan pasien pingsan oleh sebab jantung bukan pingsan karena gigitan ular atau sengatan listrik, atau gas, atau racun. Pastikan senjata tajam dan senjata berbahaya lainnya tidak ada disekitar pasien
3. Aman Pasien: buka ikat pinggang pasien, longgarkan baju yang ketat, buka kancing celana dan baju pasien.

Inilah “6 Pasti” Menghafal Langkah BHD, RJP, dan CPR untuk Perawat, umum, dan tenaga kesehatan lainnya. Artikel ini belum mencakup keseluruhan dari apa yang harus dilakukan ketika melakukan BHD, RJP, dan CPR, tetapi cukup untuk dijadikan sebagai ilmu dasar dalam melakukan BHD, RJP, dan CPR.

Other articles you might like;

Pencarian terkait:

  • langkah langkah BHD
  • cara bhd
  • apa itu BHD
  • bhd adalah
  • langkah bhd
  • bantuan hidup dasar 2017
  • cara melakukan bhd
  • bantuan hidup dasar
  • prosedur bhd
  • bhd terbaru 2016
  • bantuan hidup dasar 2016
  • materi bhd
  • langkah-langkah bhd
  • bhd 2017
  • cara rjp
  • langkah rjp
  • cara bhd yang benar
  • menghafal bantuan hidup dasar
  • cara bantuan hidup dasar 2017
  • rjp terbaru

0 thoughts on “6 Pasti Menghafal Langkah BHD, RJP, dan CPR untuk Perawat”

Write a Reply or Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *